“TARING BARU BABIRUSA”

"Unit Crossover Metal Yang Tak Lelah Survive di Belantara Moshpit Malang"

Moshpit bagaikan rimba belantara, lebat, sengit dan tak terduga. Hewan yang mampu menembus itu semua berbekal tubuh setinggi 106 meter dan empat cula di moncong yang bernama Babirusa. Hewan langka asal Sulawesi ini kemudian disepakati oleh

Krisna (guitar), James (drum), Ronny (bass/back voc) dan Fajar (vocal) untuk menjadi nama band mereka. Selaras dengan perilaku liar, nakal dan tanpa aturan Babirusa, band ini berharap bisa “survive” dan “menembus” lebatnya moshpit musik cadas Malang. Image ini sesuai dengan genre yang mereka mainkan, yaitu crossover/thrash metal yang liar, cadas dan penuh stamina untuk menerjang moshpit.

Berawal dari sebuah proyek lama yang dijalankan namun tak kunjung terwujud karena seringnya perubahan personel, Babirusa sempat vakum karena putus asa. Namun akhirnya mereka menemukan formasi yang dirasa solid dan menyatu karena sama-sama menyukai thrash metal dan Thrash-core.

Wajah – wajah lama yang terdiri dari elemen personil band Mati Langkah, Shadowfax, Death of President, dan Feels Like Holiday.  Walaupun dari berbagai genre yang berbeda, ternyata dengan pengalaman yang berbeda, malah menambah chemistry Babirusa dalam berkarir.

kedai pustaka babirusa

Babirusa sendiri telah mempunyai portofolio berupa EP bertitel Hymne Puja Belantara yang dirilis 2016. Di dalamnya mereka mengulas tentang belantara kota yang semakin menggila, kerakusan yang terus menjarah, hingga kegilaan yang terjadi selama ini. Belantara di sini merupakan metafora dari kota metropolis yang terasa semakin padat dan sesak. EP ini sendiri  dirilis oleh Tarung Records, label milik Fajar dalam format tape. Tak hanya EP, Babirusa juga merambah ke negeri tetangga, di mana mereka berbagi ruang dalam rekaman dengan Desecrate A.D, band death thrash asal Malaysia. Kolaborasi ini menghasilkan rilisan split dalam format tape oleh label asal Malaysia bernama DE/AD Records.

Kemudian Awal 2018, Terjadi perubahan lagi, ketika Fajar harus migrasi ke Jakarta untuk menerima pekerjaan disana, akhirnya Babirusa mencari seorang pengganti yang sekiranya mampu membawa power yang cukup untuk kembali menggila. Akhirnya pilihan jatuh pada Limbang, vokalis dari Lolyta and The Disgusting Trouble, yang dikenal mempunyai power vokal yang kuat. Selain itu Limbang juga dikenal sebagai sosok yang kharismatik dengan guyonannya yang khas dan kemampuan verbalnya yang mumpuni.

Latihan demi latihan dilalui sampai akhirnya tiba pada debut mereka ketika diajak berpartisipasi dalam launching band grunge Hompimpa pada 6 Oktober 2018 di Kafe Pustaka, Universitas Negeri Malang. Babirusa menampakkan taringnya kembali dengan suara lantang yang baru.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close