Now reading
Sanak Kadang Vol 2: Silaturahmi Karya

Sanak Kadang Vol 2: Silaturahmi Karya

 

Srawung Records merilis lanjutan Kompilasi Sanak Kadang yang dirilis secara digital pada Hari Sabtu 20 mei 2017 besok. Momen ini seperti menjadi sebuah penanda kebangkitan nasional di bidang Musik. Ada 11 partisipan yang telah menyumbangkan karyanya di kompilasi ini. Kompilasi ini diprakarsai oleh Iksan Skuter dan Srawung Group untuk mempererat silaturahmi para musisi antar kota. Hal ini juga menandakan bahwa kebangkitan nasional juga hadir di bidang seni dan budaya, dengan kompilasi sebagai artifaknya. Kompilasi Sanak Kadang ini sudah menginjak volume ke #2 dan diputuskan untuk dirilis dalam bentuk digital pada rilisan ketiga ini, dengan playlist antara lain:

1. Accordance Tunes – Realisasi Mimpi
2. Teniflopi – Anomali Cinta
3. Halaman Pengelana – Bumi Ibu
4. Jason Ranti – Akibat Pergaulan Blues
5. Kangaroo Punch – Here We Go
6. Koran Pagi – Capung
7. Rezza Ary – Pantaiku
8. Rotan & Kayu – Melelahkan
9. Samarock – Ambang Batas
10. Socikoclogy – Mudin Ngeyel
11. Stress Out – Northern Girl

Profil:

1. Accordance Tunes (SOLO) adalah band Pop Alternatif yang dibentuk oleh Sigit Pratama(vocal/gitar), Rendy Martha Choesa (drum),
Octavianto Wisnu Yogha(bass), Bayu Raditya Prabowo (guitar) pada tahun 2015 di kota Surakarta, Jawa Tengah. Disini mereka menyumbangkan lagu berjudul Realisasi Mimpi. Dengan lagu berbahasa Indonesia, irama yang catchy, lirik yang berbobot namun tidak terlalu berat, Accordance Tunes mantap menghiasi pentas – pentas musik di Surakarta, bahkan berbagi panggung dengan band nasional. (https://soundcloud.com/accordancetunes)

2. Teniflopi (MALANG) adalah band yang terbentuk pada tanggal 16 september 2012 oleh Danang, Alak, Wignu, Usman, Penk, Dani, Ari, Yogi , Rusdi, Mukti, dan Nadia tepatnya di Universitas Brawijaya yang  terdiri dari anggota UKM SENI FTP UB (Flopi). Teni Flopi menggabungkan Reggae, Dangdut, Pop-rock dan Keroncong menjadi racikan yang disebut POCONG GEDANG (Pop Kerongcong Rgegae Dangdut) untuk disuguhkan pada muda-mudi masa kini seperti segelas STMJ. Mereka juga membuat tema cinta menjadi “fun” lain daripada tema umum lagu cinta yang sendu seperti lagu mereka disini yaitu “Anomali Cinta”. (https://soundcloud.com/teniflopi)

3. Halaman Pengelana (Surabaya) adalah kelompok musik yang dibentuk oleh Dimas Narko Utomo ( Ndamis ) dan Anton Subandrio ( Cak Su) pada tahun 2012. Mereka memainkan musik blues bercampur balada yang ditampilkan semi akustik dengan tema – tema ekologis maupun sosial. (https://www.facebook.com/halaman.pengelana.3?fref=ts)

4. Jason Ranti (Tangerang) adalah penyanyi blues/folk slengean yang sedang mendapat sorotan media karena lagu – lagunya yang jujur dan lugas. Bersenjatakan harmonika, gitar, “pisuh-pisuhan”  dan kelihaiannya merangkai rima dan irama, Jason Ranti mengingatkan kita akan Akibat Pergaulan Blues. (https://www.facebook.com/jason.ranti?fref=ts)

5. Kangaroo Punch (Malang) adalah band Easycore/Pop-punk dari Malang yang dibentuk oleh Ninil (Vocal), Ninis (Guitar), Ryan (guitar), Ganesh (Bass), dan Hendy (drum) sejak 25 Maret 2015. Mereka juga adalah bagian dari IKABAMA UMM yang merupakan UKM musik dari Universitas Muhammadiyah Malang, UKM yang sering terdengar aktif di kancah musik independen di Malang, terutama college rock scene saat ini. Mereka menyumbang “Here We Go” untuk kompilasi ini, dengan kombinasi bahasa Indonesia-Inggris dan melodi major yang cocok untuk moodbooster jam – jam kuliah siang. (https://twitter.com/kangaroopunch_?lang=en)

6. Koran Pagi (Malang) adalah juga band dari IKABAMA UMM yang dibentuk oleh Dianna (vocal), Fahrezza (Guitar), Zulhimsar (bass) dan Dicky Yuda (Drum) sejak 2015 silam. Mereka membawakan musik bernuansa Seattle Sound dengan tema tema kritik ekologi yang kental, senada dengan tema eko kritiknya mereka membawakan grunge yang gelap dan berselip sumpah serapah yang tajam. Mereka menyumbangkan lagu “Capung” yang menceritakan kepunahan Capung seiring perusakan sumber mata air yang akhir-akhir ini terjadi di Malang. (https://www.facebook.com/tulkiem.beibeh.7)

7. Rezza Ary (Malang) adalah solois yang berlatarbelakang Metal dan Hardcore yang kuat. Ia adalah mantan anggota Truth Of God band metalcore yang telah ada sejak 2002 dan Mokers yang beraliran Punk Rock sejak 2003. Hingga pada tahun 2014 ia memutuskan keluar dari kedua band tersebut. Kemudian ia bertemu seorang penyanyi wanita yaitu Melani Subono yang menginspirasinya hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang produser dari Bluelake Projekt yaitu Gaston dan mulai membuat musiknya sendiri. Ia menyumbang lagu bertajuk Pantaiku yang bertema kekayaan alam yang rusak di Kabupaten Malang. Sebuah eko kritik yang tajam terhadap apa yang terjadi di sekitar Malang yang dikenal penuh dengan keindahan alam.(https://www.facebook.com/Rezzaary)

8. Rotan dan kayu (Malang) adalah band yang terdiri dari Reza (voc), Mustika (voc), Radit (guitar), Indra (bass), dan Faruq (drum). Rotan dan Kayu membawakan chamber pop, vintage-pop ala WSATCC dan sedikit folk pada musiknya. Mereka kali ini menyumbang lagu “Melelahkan” yang berbalut nuansa sadcore yang slow, perlahan membuai hingga larut dalam lara. (https://soundcloud.com/rotandankayu)

9. Samarock (Jakarta) adalah duo rock psikadelik yang dibentuk di Jakarta sejak 2014 yang beranggotakan Muhammad Husni Thamrin(voc+guitar) dan Lukman Hakim(guitar). Mereka menyumbang lagu “Ambang Batas” yang kental pengaruh Pink Floyd dan bahkan Kantata Takwa. (https://soundcloud.com/user-325904325)

10. Socikoclogy (Malang) adalah grup folk asal malang yang beranggotakan satu kesebelasan. Dibentuk oleh Ardyan Fahmy (lead vocal), M. Ishak (lead vocal), Santoso Febri Nugroho (gitar), Evan Okta Hendrawan (gitar), Agung Ismail (bass), Santoso (trompet), Billy Saputra (trompet), M. Alif Mahardika (jimbe), Agung Maesta (jimbe), Achmad Riza W (Jimbe) dan Leon Nauval Lulang (cahon) sejak 2013. Mencampurkan irama orkes ala PSP maupun PMP dan keroncong, mereka bertutur tentang krisis – krisis sosial yang terjadi di Indonesia degan gaya lugas namun bernas. Mereka menyumbang lagu “Mudin Ngeyel” yang bercerita tentang perjuangan untuk masuk kuliah yang mahal dan menguras energi mental sekaligus kritik pada pemerintah dan kampus lokal. (https://soundcloud.com/musiksocikoclogy)

11. Stress Out (Malang) adalah grup Celtic Punk yang terbentuk sejak 2015 dengan anggota Kentung (Tin Whistle/Vocal), Rere (Vocal), Ipan (Acoustic Guitar), Totok (Guitar), Gamma (Banjo), Edi (Fiddle), Dhimas (Bass), dan Fadhel (Drums). Stressed Out awalnya adalah punk rock band yang banyak hengkang anggotanya hingga sisa dua orang saja, kemudian setelah itu mereka beralih ke Irish Punk atau Celtic Punk. Mereka menyumbang lagu Northern Girl (https://www.instagram.com/stressoutmlg/)

Link Download:

Sanak Kadang Compilation vol.2 120 MB

admin

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>