Review SATCF – RETORIKA

Full Album Kedua

Snickers and The Chicken Fighters adalah household name dalam kancah punk rock di Malang. Siapa yang tidak kenal band yang lahir sejak tahun 1999 ini . SATCF juga terbilang solid setelah pergantian personil sampai 2002 dan mampu mempertahankannya sampai sekarang bahkan menambah satu orang personil lagi. Adit (vokal, bas), Acoy (gitar), Jeffri (gitar), Jaka (drum), dan Oneding(keyboard) merilis Retorika secara self released di tahun 2017, sebuah etos DIY yang patut diapresiasi. Sebuah proses panjang sejak full album self titled pertama mereka di 2011. Rencananya release party album ini akan diadakan kembali di Rossi, Kemang tanggal 26 Januari 2018 setelah release party di Malang Desember lalu.

Album ini bisa dibilang sebuah pendewasaan yang pas bagi SATCF mengingat mereka sudah masuk status PID(punk is dad) dan masalah – masalah yang dihadapi bukan lagi yang remaja hadapi, tetapi yang orang dewasa yang selalu hadapi. Lirik – lirik disini lebih banyak bermain metafora seperti single mereka Retorika, tanpa bicara gamblang hubungan dua orang lawan jenis. Kemudian berbicara tentang kasih ibu di Nama Dalam Doa kemudian paman tercinta yang dipersonifikasi jadi Uncle Ben yang mungkin terinspirasi dari Spiderman.

Punk Rock SATCF adalah Punk Rock dengan banyak sayur namun satu bumbu punk layaknya gado – gado. Nuansa Easycore, Hardcore , Jazz dan tak lupa Ska terdengar kental di RETORIKA. Lagu – lagu Retorika tidak didominasi rasa uneasy, bittersweet dan resah, tapi juga easy. Aroma ska masih terdengar di lagu Make Me Wanna dan Around in 20 Days.

SATCF adalah band yang berani bereksperimen dengan banyak elemen mulai dari rap ala the Transplant dan ska ala Operation Ivy tapi satu mereka tetap Punk Rock di hati.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close