Review Album: Crimson Diary-Self Titled

Pertama terpancar dari tampilan luar. Album Crimson Diary yang self titled ini sudah menjelaskan dirinya sendiri. Artwork album ini digarap oleh gitaris mereka sendiri, Mukhlis Huda, beserta istrinya Dyah dan goresan tangan Freja, anak dari Bill, sang vokalis. Album ini dikemas seperti diary dengan hardcover  yang didominasi background hitam bertabur ornamen putih dan gambar utama biru, album ini seakan memancarkan aura ambisius untuk melompat lebih tinggi dari album “Senja” di 2014. Kontributor dalam album kedua ini juga tidak hanya didominasi pihak internal. Crimson Diary juga melibatkan Dyah, istri gitaris Muchlis Huda, untuk menyumbang lirik pada lagu “Misty Night”. Sahabat-sahabat mereka juga menyumbang lirik untuk album ini. Seperti Fachmi-menyumbang lirik pada track “Angsa Hitam”-yang bercerita tentang kisah asmara, dan Chandra menulis lirik “Paradigma” yang menceritakan tentang perjuangan melawan penyakit. Di bidang sound pun anggota band Flanella dan C4 pun ikut berkontribusi seperti Kidnep yang ikut menyumbang vokal di lagu “Paradigma” dan Norman Duarte (C4) yang menggoreskan noise Kaos Pad pada lagu “Misty Night”.

Crimson Diary - Self Titled

Dibandingkan dengan “Senja” yang terdengar lebih optimis dan cerah, self titled album ini terdengar lebih galau. Hal ini sangat kentara terutama di lagu-lagu seperti “Bumi”, “Misty Night” yang meraung, “Fade Away”, “Akhiran” dan “Angsa Hitam”. Tapi tidak sepenuhnya album ini diliputi awan mendung. Lagu – lagu seperti “Freja”, “Awalan”, dan “Tiada Mimpi Buruk” seakan menjadi penawar rasa yang pahit yang tersirat dari lagu-lagu galau tersebut. Ibarat seseorang yang baru saja keluar dari tempat gelap dan berharap mendapati dunia luar lebih cerah dan optimis, namun ternyata dihadapkan dengan kenyataan yang tidak seindah bayangannya, sambil tetap membawa sedikit harapan untuk sekedar bertahan dari hari ke hari.

Sebelum album ini keluar, mereka juga membagikan secara gratis sebuah kaset EP yang rilis tepat pada Cassette Store day 2016 lalu. Berisikan “Freja”, “Misty Night”, dan “Akhiran”, EP ini seakan menjadi prolog tentang nuansa apa yang akan tampil di album kedua ini.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close