Now reading
Renjana #7 Season 2: Hypnotic Garage.

Renjana #7 Season 2: Hypnotic Garage.

Kali ini ada yang berbeda dari Renjana. Selain pertunjukan band, kali ini Renjana dan Kalampoki Quayhouse melangkah lebih jauh ke kolaborasi berkesenian yang progresif! Untuk gig Renjana kali ini, hadir Parahyena dan Monohero. Parahyena adalah band folk dari Bandung yang sedang mengadakan tour bertajuk “Ropea”, sesuai dengan tajuk album pertama mereka “Ropea” yang rilis 2016 silam, sedangkan Monohero adalah band psychedelic ambient dari Malang yang telah merilis EP pertama bertajuk “Shimmy and Shimer” yang juga telah melakukan tour di beberapa kota di Jawa-Bali sejak Oktober hingga September lalu. Monohero dan Parahyena berkolaborasi dengan Morokanggo Art Collective dan seorang seniman dibawah moniker Karmalonia dalam sebuah tema bernama “Hypnotic Garage” yang juga menggabungkan audio, video dan seni rupa di venue Kalampoki.

 

Renjana dimulai tepat waktu pada jam 7 malam, dengan para seniman dari Morokanggo melakukan live painting yang menjadi latar belakang saat Parahyena tampil. Kolaborasi seni rupa, video mapping dan seni musik memberikan sensasi pertunjukkan yang jarang Renjana tampilkan; menggugah rasa dan indera. Parahyena membawakan lagu-lagu yang seluruhnya terdapat pada album Ropea, seperti “Kembali”, “Berlalu”, “Cibaduyut”, “Penari”, “Ayakan”, dan “Di Bawah Rembulan”. Penampilan Parahyena begitu energik, menggabungkan nada-nada pentatonik Sunda, Bali dan diatonik barat dalam iringan guitalele, gitar elektrik, contrabass, biola dan seruling. Kemudian tiba giliran Monohero, mereka membawakan lagu dari EP mereka “Shimmy and Shimme”r yaitu “AVAVETI” dan “Escalating Wanderlust” , diteruskan dengan dua lagu lainnya seperti “Desember” dan “Maria”. Pertunjukkan proyeksi video dari Alvian yang dipetakan diatas lukisan yang psychedelic diiringi Psychedelic Ambient sound dari Wafy dan vokal etnik dari Omen lebur menjadi satu dalam Quayspace , garasi kalampoki yang disulap jadi pusaran halusinasi dan visual yang secara nir-substansi memabukkan. Monohero juga membagikan kacamata karton dengan lensa kaleidoskop yang menambah sensasi visual play dari Monohero. Sebuah awal musim Renjana baru yang membuai.

 

Hanifa Miryami

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>