Ranu Pani

Kenalkan, saya adalah sebuah danau yang berada di ketinggian kurang lebih 2100 meter diatas permukaan laut, saya sudah lama tinggal di kawasan Bromo Tengger Semeru, setiap hari saya merasakan teriknya matahari meski tidak pati menyengat karena masih terasa sejuknya pepohonan, tidak perlu topi untuk menyembunyikan wajahku dari radiasi, aku lebih suka terkena sinar agar bayangan pohon terpantul dari kejauhan.

Pada malam harinya di daerahku terasa amat dingin sekali, beberapa manusia sering aku lihat mengenakan jaket dan dibalut sarung sebagai penutup tubuhnya agar tidak disentuh oleh kawanan angin, tapi aku lebih menyukai telanjang, supaya aku bisa memeluk bayangan bulan dan cahaya bintang.

Disini manusianya tergolong ramah, aku selalu memberikan air untuk menyirami ladang mereka, aku tidak mengharapkan harta benda, aku lebih suka mereka membersihkan kerakku dan merawat badanku sebagai gantinya.

Tak jarang pula mereka juga mencabut rumput disekitarku untuk diberikan kepada ternaknya, aku tidak memaksa mereka untuk mengembalikannya, aku lebih suka mereka mendandaniku agar aku terlihat gagah meskipun usiaku sangat tua.

Tapi sekarang ini aku sedikit sakit, badanku agaknya telah tertutupi oleh panu, rasanya gatal aku ingin memuntahkannya namun mau kubuang kemana kotoranku ini, mungkin sekitarku tidak merasakannya karena memang airku tetap kualiri untuk mereka, aku masih ingin bersahabat dengan manusia, aku tidak mengharapkan timbal balik yang menyusahkan mereka.

Mungkin sekitarku belum membuka pandangannya sehingga mereka acuh terhadap pesona pemandangannya.

Jika kalian belum tahu aku mempunyai 4 saudara, aku terkadang sedikit iri kepada mereka, manusia lebih memilih mereka untuk diajak bersenda gurau, tak jarang jika mereka lebih sering dipigorakan dari pada diriku, namun semua itu hanya terbersit saja, aku tidak pernah memiliki dendam amarah kepada mereka, aku lebih suka membantu daripada saling lempar batu.

Sekarang ini sakitku sudah tergolong parah, aku butuh tabib atau perawat atau apapun yang bersedia untuk mengobatiku, bukan karena aku takut akan menjadi tiada, namun aku takut jika airku sudah tidak bisa lagi mengalir, aku takut ladang mereka menjadi gersang, aku khawatir hewan ternak mereka berselang hilang, aku takut namaku hanya sebuah nama.

Aku juga belum tahu apakah sakitku ini akan menular atau kurang lebih menjalar, aku juga belum tahu bibit penyakitku ini memang sudah ada atau pemberian mengada ada, yang pasti dalam setiap waktu aku berdoa, supaya sakitku ini sembuh dan jika sembuh semoga tidak kambuh, supaya aku bisa menyentuh bayangan temanku pepohonan dan selalu bisa memeluk bulan disetiap malam.

Salam Lestari dari aku Ranu Pani.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close