Puisi Rolando Fransiskus Sihombing “Bianglala”

Untuk pertama kalinya aku naik bianglala
bersama denganmu di Alun-Alun Kota.
Wahana yang enggan aku coba sejak remaja,
namun muncul keberanianku semenjak kenalmu waktu kuliah.
Belum separuh putaran,
aku diam dan kau tertawa memandangku.
“Inikah wajah gelisahku
saat harapan dan rindu menuju puncaknya?”
dalam batinku.
Seperti puisi tanpa titik
aku ingin bersamamu tanpa akhir,
atau lewat Bianglala inikah nyali terakhirku
untuk berbicara denganmu.
Siapkah kau berputar kembali ke atas
memandang kata-kata yang terbatas?
Aku pun takut untuk turun,
memijak kenyataan hari-hari ini.
(2017)
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close