Ngopi Lanang #3: Penistaan Musisi

Penistaan musisi, dalam hal ini bukan hal eksternal yang membuat musisi ternista, tapi bagaimana perilaku musisi itu sendiri menistakan dirinya. Dengan narasumber Ustard Chipeng dan Faisol Antz Studio, mereka berbagi pengalaman selama menekuni musik sebagai musisi maupun studio di Srawung Studio. Satu yang ditekankan Ustard Chipeng selaku frontman Begundal Lowokwaru, salah satu big names punk di Kota Malang, yaitu percaya diri pada karya sendiri dan menghargai diri sendiri. Percaya pada karya yaitu percaya untuk membawakan dan menyebarkan karyanya. Menyebarkan karya pun perlu pembuktian yaitu dengan rekaman dan merilis album fisik. Karena rilisan fisik adalah yang bisa dijadikan kebanggaan atas diri sendiri, yang bisa disimpan dengan lebih baik daripada file di internet yang gampang hilang termakan virus. Ustard Chipeng juga menegaskan bahwa rencana pun tidak boleh dibiarkan menjadi rencana, harus segera ada aksi yang mengikuti. Setelah materi karya sudah ada, mawas diri pun perlu dihadirkan, kita tidak boleh berharap terlalu banyak tanpa melihat kondisi diri, fee pun disesuaikan pencapaian band sendiri. Acara kolektif pun harus mau dijalani sebagai modal awal untuk promosi diri. Pemasukan pun tidak harus bergantung dari fee pentas, tapi juga dari bisnis merchandising.

Ngopi Lanang #3

Manajemen pun tidak berhenti di teknis tur, jadwal pentas maupun administrasi fee. Manajemen pun mencakup pada manajemen resiko, manajemen konflik dan manajemen isu. Bagaimana tim kreatif di manajemen mendesain strategi marketing melalui isu yang dikeluarkan diluar single yang dirilis maupun album, kehidupan musisi juga merupakan manajemen brand image, menyesuaikan attitude dengan musik yang dibawakan. Manajemen konflik pun juga ada untuk mengatur iklim bekerja di dalam lingkup internal.
Mas Faisol pun dari sisi Antz studio dan juga fasilitator gigs juga menambahkan, studio juga berperan penting untuk wadah berkumpulnya para musisi. Studio juga bisa menunjukkan supportnya dengan diversivikasi usaha dengan memproduksi alat musik dan sound system yang terjangkau bagi para musisi.
Ngopi Lanang #3 ini akhirnya menjadi sebuah diskusi tentang bagaimana menghargai diri sebagai musisi maupun sebagai unit pendukung kegiatan bermusik tersebut. Penistaan datang ketika agenda yang direncanakan terbengkalai begitu saja tanpa ada aksi lanjut.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close