NGOPI LANANG #2: Tour Life

24 Maret 2017 adalah kali kedua Ngopi Lanang diadakan di Warung Srawung. Acara yang merupakan singkatan dari Ngobrol Pintar Lanjut Bersenang- Senang ini merupakan acara rutin yang dilakukan Warung Srawung untuk sharing tentang industri musik, kiat menjadi musisi tepat guna dan pengalaman-pengalaman bermanfaat di balik kehidupan musisi. Kali ini mengangkat tema “Tour Life”, Ngopi Lanang #2 dipandu oleh MC kondang kota Malang yaitu Santoso F.N-yang juga merupakan vokalis band rock Larynx dan road manager Iksan Skuter dan Remiss-. ditemani oleh para pembicara yaitu Risky dari Remissa, Ersa, Obing dan Antok dari Intenna dan Omen dari Monohero. The Pronks yang mestinya turut hadir hari itu ternyata berhalangan dan akhirnya acara berjalan dengan perwakilan tiga band saja.
Perbincangan “Tour Life” berkisar tentang manajemen pre-tour, kegiatan mid-tour dan post-tour, serta impact tour terhadap band. Manajemen pre-tour antara lain penentuan destinasi tour, dimana tiap band menentukan destinasi berdasarkan riset informal tentang gairah musik indie tiap kota. Ketika sebuah lokasi pentas ternyata membatalkan pertunjukkan, alternatif tempat lain harus dicari di kota yang sama dan hari yang sama sampai tidak ada opsi selanjutnya. Pertemanan dan koneksi juga berpengaruh, karena pertemanan, masalah yang ada di tengah tour bisa diatasi. Antara lain peralihan venue saat salah 1 venue batal dipakai, penyediaan akomodasi dalam kota, dan transportasi. Maka dari itu, setelah usai pentas, kegiatan sosial sangat berpengaruh untuk kelanjutan tour edisi selanjutnya. Berkenalan dengan teman baru dan menjaga hubungan baik adalah bekal penting untuk menyelenggarakan tour berikutnya. Gig Exchange juga menjadi salah satu cara untuk menjalin hubungan baik antara band yang sedang tour dan band tuan rumah kota tersebut.
Untuk manajemen personil, apalagi yang mengemudikan kendaraan sendiri saat tour sangatlah penting. Kesehatan harus selalu dijaga dan perbekalan haruslah taktis dan praktis. Obat-obatan juga menjadi perbekalan penting yang harus dibawa selain peralatan mandi. Salah satu band yaitu Monohero selalu menyempatkan untuk menjadikan salah satu destinasi tour mereka sebagai tempat perbaikan gizi dan mendapatkan tidur yang nyenyak. Asupan alkohol juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan, sehingga perjalanan tidak terganggu. Perbekalan untuk biaya tur juga diperhatikan, seperti Intenna yang mengandalkan penjualan album digital di Bandcamp sebagai modal tour selain tabungan patungan dari seluruh personil.
Untuk post tour, sebuah band sebaiknya membuat jurnal tur yang baik berupa video maupun dokumentasi foto untuk dipublikasikan. Seperti Intenna yang mempresentasikan foto-foto perjalanan maupun Remissa dan Monohero yang menayangkan video perjalanan mereka. Imbas yang terjadi post-tour juga perlu diperhatikan, apakah animo masyarakat di kota mereka sendiri naik setelah tour?, ataukah turun? Untuk Remissa, ternyata imbasnya adalah naiknya follower media sosial mereka, sedangkan Monohero dan Intenna mendapatkan peningkatan penjualan album secara online. Namun semuanya mengaku penjualan di kota mereka sendiri malah biasa-biasa saja.

Menanggapi hal itu, ada usulan dari salah satu penonton yaitu mengadakan tour kabupaten maupun dalam kota Malang sendiri agar sosialisasi tidak merambah luar kota saja namun juga merangkul dalam kota sendiri yang masih mempunyai potensi pasar luas, apalagi Malang yang mempunyai wilayah kabupaten luas seperti Kepanjen, Karangploso, Sawojajar, Singosari dan Lawang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close