Now reading
NGOPI LANANG #1: Strategi Musisi

NGOPI LANANG #1: Strategi Musisi

ngopi lanang 1

Sabtu 18 Februari 2017 adalah event pertama diskusi musik rutin yaitu Ngopi Lanang: Ngobrol Pintar Lanjut Senang – Senang. Acara Ngopi Lanang kali ini dimulai jam 19.00 dengan tema Strategi Musisi. Pembicara kali ini adalah Iksan Skuter (solois), Ega Pratama (MFM/Karat metal band) dan Erwin Yudistira (portalmusik/Jeks77 musicstore) dan dimoderatori Zidni Rodhia. Event ini juga bertepatan dengan acara DCDC di salah satu tv swasta menampilkan Iksan Skuter. Dimulai dengan pemaparan oleh bapak Iksan Skuter sebagai musisi solo, perjalanan karirnya, dan strateginya.

 

Iksan Skuter juga memaparkan bahwa dalam perjalanannya dia menetapkan prinsip, dengan pengaruh musik yang ia dapat ia harus mampu menjadi diri sendiri dari segala input tersebut. Punya Gimmick atau kelebihan diluar musik yang lain daripada musisi lain. Dengan menjadi diri sendiri maka itu adalah buday tanding dan perlawanan sendiri terhadap musisi luar kota yang sering tampil Kota malang. Ia juga menekankan untuk konsisten dalam karya, berani/bertekad baja, mempunyai ekspektasi/cita – cita dan yang terpenting Timing yaitu segera dilakukan. Timing yang dimaksud yaitu segera melakukan segala planning dan tidak menunda – nunda.

 

Iksan Skuter juga mendorong para musisi untuk ekspansi ke luar malang, dan harus memetakan siapa saja pesaing yang ada. Pesaing itu juga harus dikategorikan berdasarkan genre yang mereka bawa dan kelebihan-kekurangan yang ada pada mereka. Setelah riset pesaing, maka dengan itu dikomparasikan dengan karakteristik kita, dan apa inovasi yang perlu dilakukan untuk menyaingi mereka.

 

Lalu berhubungan dengan media, Ega Pratama menyatakan bahwa sekarang mengapa radio malah mencari band Indie, dibandingkan dengan band yang dulu lebih proaktif mencari. Karena band Indie sekarang dianggap berpotensi dan mampu menjaring pasar yang tidak mampu dijaring band – band major. Kemudian berlanjut ke pertanyaan dari penonton yaitu, Apakah media partner yang kini bisa dijaring musisi indie dan apakah ada syarat khusus. Erwin Yudistira memaparkan bahwa tidak ada syarat khusus kecuali profile yang jelas dan Portal Musik Malang sebagai media internet menerima segala kiriman press release pada mereka. Kemudian apakah media promosi  terpusat di malang, dan apakah musisi bisa lepas dari media internet. Ega memaparkan bahwa seiring perkembangan jaman, musisi juga harus mengikuti perkembangan jaman termasuk media internet, dan media itu juga sebagai berlaku sebagai profil dan sumber informasi tentang band. Kemudian pertanyaan selanjutnya apakah merchandise berpengaruh dengan band. Ternyata merchandise juga sebagai media promo dan propaganda yang penting. Lalu terakhir , bagaimana menghadapi rasan – rasan, Ega Pratama memaparkan bahwa rasan – rasan perlu disikapi dengan bijaksana, karena dengan menyikapi dengan tepat maka proses kreatif akan terjaga dan tidak terganggu.

 

Terakhir Iksan Skuter berpesan yaitu buatlah karya dengan konsisten yang pada prosesnya musisi menemukan dirinya sendiri, dan penikmat dapat menempatkan dirinya pada karya tersebut( relate dengan kehidupannya)

 

admin

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>