MOZAIK DALAM TUBUH

(Ilustrasi karya: Ella Dalus)

Oleh: Zidni R Chaniago

LENGAN

Pergilah
Yang benar-benar pergi
Akupun tau bahwa masa-masa itu akan selalu lupa jalan pulang
Setidaknya jangan tertawa di hadapan kacamataku karena kau hanya akan membuatnya lebih kabur lagi
Meskipun kukira aku telah cukup kuat menahan keinginanku untuk lompat dan memelukmu saat itu juga
Nyatanya masih ikut pulang bersamaku tanganmu yang menyibakkan rambut yang mulai panjang
Jadi beginilah kiranya aku menulis tentang satu bulan setelah kejadian itu
Ketahuilah rindu datang terburu


TELINGA

Anggap saja mereka sedang saling mendengarkan
Mimpi-mimpi dan rencana kehidupan disusun panjang lebar dan hujan mengamininya dari sudut seberang
Maka esok ketika matahari bangun terlambat
Kenangkanlah padanya residu nafsu yang belum tamat


BAHU

Aku dan kau pernah punya sepotong senja di kota ini
Senja yang hangat, kita lepas setelah seharian berkeliling kota mencari rumah kawan ayahmu
Rumahnya ada, tapi penghuninya tidak
Lalu aku bilang es krim di rooftop pasti bisa bikin kita ceria
Dan disitulah kita pada mulanya bercerita tentang apa saja
Tidak bisa kuingkari kehebatanmu adalah mau berlama-lama mendengarkan aku sambil tertawa sesekali, mengusap tanganku sesekali, mencuri cium tiap kali aku diam
Sepotong senja tidak akan terulang

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close