MALTMONDAY: Emo Party at Houtenhand

Kali ini Houtenhand kedatangan tamu lagi, Trio dari Singapura bernama Xing Foo and Roy yaitu band Twinkle Emo yang beranggotakan Jerome pada Drum, Gabriel pada Bass dan Daniel pada Gitar/Vokal. Untuk menemani penampilan mereka, hadir pula band – band dengan tingkat ansietas tinggi dari Malang yaitu Leftover, Write The Future, Whitenoir dan terakhir Beeswax sebagai wakil twinkly sound dari Malang. Kedatangan mereka ke Indonesia dalam rangka promo tour album 10 Dating Tips for the Spineless Youth Addicted to Pornography yang berlangsung dari 10 s/d 16 Mei di Jawa dan 18 s/d 20 Mei di Jepang.

MaltMonday beeswax

Beeswax tampil sebagai pembuka, kali ini mereka tampil di Houtenhand dengan formasi lengkap. Bagas pun berkelakar bahwa set kali ini by request selain set yang dilatih di studio sebelumnya. Lagu – lagu seperti Stuck dan Escape The Truth menjadi bahan bakar riot yang ampuh untuk memanaskan lantai dua Houtenhand ini. Tak lupa nomer – nomer baru seperti Autumn dan Wellspring juga dibawakan, mengingatkan penonton bahwa mereka akan merilis album ketiga dalam waktu dekat. Dengan line up seperti itu, tak heran jika memang acara ini sudah “lit” sedari awal, tubuh – tubuh berterbangan dan singalong session juga mengikuti Start The Line, Break it All juga Fix.

Malt Monday Leftover

Band kedua adalah Leftover, nampaknya dua roster pertama diisi lineup handal dari Barongsai Records. Leftover memulai set dengan sedikit soundcheck. December Dismember dan Better Left Unsaid menjadi minyak goreng yang memanaskan wajan bernama Houtenhand lantai dua itu. Andre sang vokalis juga terlihat aktif dibawah stage untuk bernyanyi sambil bermanuver kesana kemari. Sudah bukan rahasia lagi jika staminanya memang salah satu yang terkuat di Malang. Setelah beberapa lagu, sampai juga pada cover version terbaik yang pernah Leftover lakukan yaitu Monosyllabic Girl dari The Morning After, mengundang singalong dari seluruh pengunjung lantai 2.

MaltMonday Xingfoo and roy

Sesi Ketiga diisi Xingfoo And Roy. Mempromosikan album 10 Dating Tips for the Spineless Youth Addicted to Pornography, yang didominasi high speed and high accuracy twinkly sound. Twinkly sound dari xingfoo dibalut vokal yang abrasif dan marah, bak band – band seperti Cap n Jazz dan Snowing. Penonton tak peduli apakah mereka pernah dengan lagunya atau belum, musik dari Xingfoo and Roy begitu energik, mereka larut dalam stagediving, sorak sorai dan tepuk tangan di tiap lagunya. Gabriel yang mencoba memberi sambutan dalam bahasa jawa yang broken (hasil ajar panitia lokal) menambah morale penonton untuk wanting more. Personil Xingfoo juga tak luput dari gelombang stagediving dari penonton. Penonton sempat minta cover song dari American Football – Never Meant, namun karena keterbatasan persiapan, mereka tidak jadi membawakannya. 10 Lagu dari album tersebut mungkin sudah terbawakan termasuk Kahlua dan Your Sc@b, bahasa bukan kendala untuk memanaskan panggung dan mosh pit.

MaltMonday Whitenoir

Giliran keempat milik Whitenoir, Kuartet yang baru saja menelurkan EP berjudul Feed Me via Pop Flesh records ini menggelar setlist 4 lagu mulai dari Stereotype, Dive, Help Me Sleep, sampai Sub District dan satu cover dari Foo Fighter. Sebuah set yang singkat, padat dan berisi, dan penonton makin kesini makin akrobatik dan sporty. Lagu – lagu yang dibawakan semakin kencang dan abrasif, senada dengan sound grungy-emo yang Whitenoir bawakan.

MaltMonday Write The Future

Klimaksnya, top speed dicapai oleh Write The Future, yang baru saja merilis Changing Pace LP bercover kuda – kuda berlarian. Write You Off dilemparkan ke penonton dan segera meledak bak petasan. Set Write The future tak banyak basa – basi, seakan sedang membawakan medley. Changing Pace dan Constante mengundang singalong lagi – lagi dari album Changing Pace. Selanjutnya diisi set dari EP “Bury My Trace Someone Will Take My Place” seperti Consequences dan Safe to Say, Bahkan dari split dengan Story Starry Nite yaitu Fit In. Bahkan kejutannya Arah dari EP Reason juga dibawakan, memenuhi request seorang penonton.

Satu kata yang bisa saya sampaikan untuk gig yang benar – benar pecah ini. BEJAD!

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close