Malang Sophisticated Sound

Gairah Sophisti-pop di skena Indie Malang

Dekade 1980an merembes luas di skena musik lokal. Booming The 1975, Honne dan Rhye bahkan Tatsuro Yamashita dan kawan – kawan menginspirasi sejumlah band – band di Indonesa untuk bermain musik pop dengan elemen jazz, soul, funk dan sedikit new wave. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya terpengaruh oleh popularitas The 1975 di peredaran telinga hipster nasional. Tersebutlah Sophisti-pop sebuah genre musik yang berkembang dan besar di Inggris dengan nama – nama yang mempopulerkannnya yaitu Prefab Sprout, Blue Nile, Level 42, Sade, Matt Bianco, Swing Out Sisters, Scritti POlitti, Johnny Hates Jazz, Style Council, ABC, Simply Red dan Bryan Ferry. Tahun 80an di Inggris skena musik sudah mulai dipenuhi dengan derivatif post-punk yang lebih nge-pop yaitu New Wave yang beriringan kemajuan synthesizer.

Ciri sound new wave yang berat di synthesizer juga merambah ke ranah pop , soul dan jazz, hingga akhirnya pentolan Roxy Music yaitu Bryan Ferry mulai meramunya secara kental di album Roxy Music yaitu Avalon tahun 1982 dan solo album Bete Noire di tahun 1985. Jadilah template jazz dan new wave atau bisa dibilang New Romantics. Kemudian template soul dan new wave mulai digalakkan oleh Style Council yang digawangi oleh jenius mod Paul Weller yang menggali sound northern soul dan RnB dengan visual Mods. Di sisi lain jangly pop juga merambah ke sophistipop dengan menurunkan kadar indie-pop nya dan menaikkan kadar soulnya yang dipelopori oleh Prefab Sprout, Aztec Camera dan China Crisis. Di Asia, Jepang mulai muncul dengan kejeniusan Yellow Magic Orchestra dalam meramu music elektronik dengan pop dan jazz dengan rock oleh Casiopea, kemudian aroma soul dan funk oleh Tatsuro Yamashita dan Toshiki Kadomatsu. Di Indonesia sendiri City Pop mempengaruhi musisi – musisi seperti Ary Juliyant, Fariz RM, Karimata, Katara Singers, dan Krakatau dengan nama Pop Kreatif.

Di Indonesia sendiri Sebenarnya Sejak jaman Groove Bandit, The Groove sampai Ran dan Maliq And D’Essential musisi indonesia sudah mulai menggali kearifan jazz fusion 80an untuk diblend dengan ramuan pop yang nikmat. Setelah kebangkitan City Pop dan Sophisti-pop Jakarta dan Bandung pun melahirkan sophisti-pop bands era baru seperti Ikkubaru dan Klav. Di Malang pun hal ini juga sudah diawali dengan kemunculan Atlesta di awal 2010an kemudian masuk era 2015an Malang kembali diramaikan oleh beberapa band dengan spirit yang sama yang menghiasi panggung acara kampus maupun acara bersponsor rokok dengan skala medium sampai besar. Band – band ini dikenal mampu menggoyang penonton pada irama pertama.

1. Atlesta

Adalah Fifan Christa Yohana yang memulai karirnya di band synth-pop Littlestar, yang bertahan sampai 2011an, kemudian membentuk Atlesta di tahun 2012 dengan konsep seksi, vulgar dan glamor. Fifan sendiri mengaku terinfluence oleh Duran Duran, Capital Cities, MGMT hingga Genesis sehingga mengkategorikannya dalam ranah soul dan rnb saja adalah sangat berdosa. Pesona Fifan dan produktifitasnya dalam membuat musik bisa disamakan dengan Prince. 3 album sudah diproduksinya Secret Talking, Sensation dan yang terakhir Gestures dengan tingkat eksperimentasi paling mindblowing dari album – album sebelumnya. Kepeduliannya pada sisi kemasan dan marketing yang baik, album Sensation pun disertai launching edisi Deluxe dan film berjudul Lost After Lovv.Gesture pun tak kalah detail dalam hal promosi, Fifan Christa kembali memperlakukan projek album ketiga ini sebagai sebuah produk dengan kesatuan visual yang tak terpisahkan. Tampilan grafis dan foto di website dan medsos, video lirik dan musik, hingga merchandise digarap detail dan berkesinambungan sehingga musik yang dimainkan Atlesta akan terprojeksi dengan baik dan sesuai harapan yaitu “sexy”. Atlesta sampai berbuat hingga sejauh merilis set font typeface sendiri secara cuma-cuma via Instagram mereka. Menurut word of the street, perilisan font dan tipografi resmi itu bagian dari rencana jangka panjang Atlesta yaitu merancang pameran dan eksebisi visual, serta menerbitkan buku yang berisi kumpulan tulisan interpretasi dari 13 lagu di album Gestures. Intip beberapa singles dari Gestures di

2. Coldiac


Berasal dari band bernama Piratez, Coldiac dibentuk dengan konsep berbeda 180 derajat dari inkarnasi sebelumnya. Namanya terinspirasi dari cardiac arrest, dan cold, atau cold cardiac arrest, bisa dibilang sebuah gambaran perasaan “deg” yang muncul ketika jatuh cinta pandangan pertama. Sempat disebut – sebut The 1975nya Malang dan punya basis massa yang didominasi wanita apalagi jika anda masuk line square 1975, Coldiac membuktikan orisinalitasnya dengan album Heartbreaker dengan irama funk dan synth yang kental, Coldiac pun menjadi salah satu talent kuat yang sering beredar di pentas – pentas seni Kampus dan Umum, terkenal akan kemampuan menggoyang penonton dan kemampuan komunikasi vokalisnya yang bisa dibilang smooth. Digawangi oleh Sambadha (vocal, guitar), Mahatamtama (guitar, vocal 2), Derry (Synth), Judha (bass) dan Bima (drum), Coldiac sering bermain di luar Malang seperti Surabaya. Kamu bisa menikmati mereka di

3. Marigold

Marigold adalah Billa pada vocal, Melodi pada keyboard, Ivan pada gitar, Ical pada bass dan Haryo pada drum. Berawal dari pertemuan mereka di organisasi fakultas, homeband fisip UB, mereka disatukan atas kecintaan mereka pada RnB, Soul dan Jazz Fusion. Marigold sendiri diambil dari sebuah mitologi yaitu putri Raja Midas, seorang raja yang mempunyai sentuhan emas. Mulai dikenal publik mahasiswa di Malang dengan single Dilema dan baru – baru ini Cerita dan Arti yang groovy. Marigold sudah merambah keluar kampus di acara – acara gig bersponsor maupun acara skena. Lagu mereka sudah bisa dinikmati di Soundcloud mereka

4. Philosophia

Sebuah band yang juga lahir dari kancah permusikan Homeband Fisip UB, philosophia lebih sering membawakan lagu – lagu dengan aroma pop kreatif. Musik mereka yang rancak selalu menjadi daya tarik tersendiri. Lagu mereka sudah bisa dinikmati di kompilasi Homeband Fisip 2016 berjudul Endeavour.

5. Ekstraversi

Digawangi oleh Hanif Ahimsa (vocal/ sax), Luthfi Anshori (guitar), Bastian Rizki (guitar/ rap), Nathan Adhi (bass), Raka Ekananda (keys), and Ikanang Dwiantoro (drums), Ekstraversi membawakan musik dengan aroma RnB dan sedikit Rap yang mengingatkan kita pada Ran. Sekarang mereka sedang dalam proses pembuatan album pertama.

Untuk menggali lebih dalam tentang Sophisti-pop ada beberapa link yang menyediakan playlist definitif untuk genre satu ini

A. Blog A Pop Fans Dream

Blog (https://apopfansdream.wordpress.com/mixes/shattered-dreams/) yang merayakan indie pop dan pop 80an ini menyediakan mixcloud yang lengkap untuk sophistipop. simak mixcloudnya:

B. Electronic Beats

Website musik elektronik ini juga menilik pengaruh City Pop ke musik electronik abad 21, dengan playlist:

c. Denny Sakrie

Legenda pengamat musik nasional ini menulis di blognya tentang Pop Kreatif yang sempat menguasai airplay nasional di akhir 70an dan tahun 80an.
simak di https://dennysakrie63.wordpress.com/2014/11/13/koalisi-musik-pop-kreatif/ . Salah satu playlist yang definitif kami temukan di spotify milik user bernama Munir:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close