Malang Record Store Day 2017: Party at Ex-Maharaja, Matos MX Mall

Sejak perhelatan pertamanya di Tahun 2013 sampai tahun kelima di 2017 ini. Malang Record Store Day semakin tahun semakin masif, dari jaman Legipait sampai tahun 2017 diadakan di Ex-Maharaja foodcourt, belakang MX Mall. Record Store Day internasional sendiri sudah mencapai tahun ke 10 sejak diadakan di Baltimore tahun 2007. Agenda MRSD tahun ini hampir sama seperti tahun – tahun sebelumnya, yaitu Music Performance, Bazaar dan Diskusi. Ada sekitar 34 lapak yang berpartisipasi dalam MRSD 2017 di Komplek Ex Maharaja ini.

Malang Record Store Day 2017
Seperti tahun sebelumnya MRSD juga merilis kompilasi yang berisikan lagu – lagu dari band – band yang rilis di kurun waktu akhir 2016 dan awal 2017 yang juga disertai zine yang berisi profil para band dan esai tentang skena permusikan dan record label. Band – band juga memanfaatkan momen ini untuk merilis album mereka seperti:

Becuz – Jala  (Full Album) by Nadapita Records

 

Strider – Defishit Moral (Full Album) by Confuse Record

Bangkai – Re-Emotional Conform (Reissue) by Confuse Records

Hellsoil – In Grind We Bong By Confuse Records

Stolen Visions x Hands Upon Salvation – Comprehensive Chaos and The Seek of Immortality (Split) by Forget The Pain.

Whitenoir – Feed Me (EP) by Pop Flesh Records

Think Twice – Take It Back (EP) by Forget The Pain.

Gagal Ginjal – Science Weapon by Biasa Records

Snickers And The Chicken Fighter – Retorika (Full album)

Shewn – At Home Drowning (reissue on tape)

hal ini juga dimanfaatkan oleh band Much dengan merilis Much – A New Album Sampler yang dibagikan gratis saat event berlangsung.

Live performance tahun ini juga dibilang lebih mewah daripada sebelumnya dengan panggung full band, tata lampu megah dan layar untuk visual di belakang set full band. Total ada 7 performer yang tampil yaitu Closure, Whitenoir, Much, Write The Future, Cable Car Romance, Strider dan Remissa, event ini juga disiarkan secara langsung di UBTV.

Diskusi tahun ini diisi dengan dua tema yaitu “Promotion and Branding Your Band” yang dibahas oleh Winda Carmelita dan Oox owner dari Confuse Records dengan moderator Andrica dari MFM. Kemudian pada sesi lainnya membahas mengenai “Pentingnya Press Release” oleh Sammack dan Alfanpapaonta dengan moderator Fajar Adhityo dari Tarung Records.

Ada yang perlu dicermati bahwa live performance mungkin tahun depan sebaiknya ditempatkan di lokasi terpisah dalam satu area agar saura live performance yang keras tidak menutupi komunikasi jual beli antara pengunjung dan lapak – lapak records.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close