Liberate Day Vol. 2

Memberi Arti Lain Intimasi Brand Gigs

Reportase oleh Zidni R. Chaniago

SOLO – Liberate Day Vol. 2 pada 14 Desember 2017, diselenggarakan sebagai bentuk pembebasan dari semua dinding sekat yang terbangun di skena musik Kota Solo. “Acara ini masih sama, full concept dari Soloensis didukung oleh berbagai pihak. Kebanyakan memang orang asli Solo yang sudah menaklukkan Ibu Kota, memiliki keinginan yang sama untuk berkarya di skena kreatif kampung halaman.” Tutur vokalis Soloensis, Gema Isyak.

Kakak kandungnya, Pungkas Pinundi (bass) menambahkan, “Tujuan kita start a big movement of nothing, maksudnya nothing disini adalah kita membuat pergerakan dari yang ‘ngga punya apa-apa’ menjadi something big. Kita punya teman-teman dan kita saling bersinergi hingga lahirlah Liberate Day Vol. 2”. Meskipun Liberate Day didapuk sebagai brand gigs milik Soloensis, kepemilikan atas suksesnya acara adalah tetap milik bersama semua pihak yang mendukung.

Namun meski mengusung tema intimate, Liberate Day Vol. 2 mengajak berbagai pihak yang membuat intimasi yang diinginkan sedikit bergeser. Kehadiran band psikedelik-grunge yang baru saja menyelesaikan tur di Negara Kangguru, Navicula, membuat Liberate Day harus memasang barikade di depan dan samping panggung yang megah dengan manipulasi visual milik Astromorphs (duo visual jockey asli Solo). Selain itu ada tim pengamanan yang ketat mengawasi selama acara berlangsung. Bukankah seharusnya ada kedekatan yang dibangun antara penonton dan musisi dalam setiap panggung yang intim dan bebas?

Terkait hal ini Gema Isyak menjelaskan konsepnya memang telah dimodifikasi. “Ini kan Navicula, genre performer rata-rata rock. Jadi memang perlu memasang barikade. Tapi nanti semua performer ada disini semua, tidak ada sekat atau pemisahan mana penonton mana performer. Boleh saling sharing, termasuk soal produksi misalnya dengan penyelenggara, dalam hal ini adalah Sunday Project. Liberate Day Vol. 2 ini memang mengalami pematangan dan pengembangan konsep karena skalanya lebih besar”.

Photo by Wsanavero

Liberate Day Vol. 2 dalam misinya mengembalikan pertunjukan musik yang berkualitas nampaknya telah cukup sukses. Terbukti performer yang ada di panggung memiliki karakter kuatnya masing-masing. Tanpa perlu disebutkan Soloensis sebagai tuan rumah, Navicula dengan misi berkesadaran lingkungan, misi local youth masa kini yang diusung oleh Barmy Blokes, serta nostalgic punk-rock milik Malu2x.

Ditemui usai manggung Malu2x menceritakan lirik lagu-lagu mereka yang tajam tapi selengekan, khas punk dan anak muda. “Kita memang ngga terlalu serius, lirik itu kebanyakan pengalaman pribadi kami sebagai laki-laki yang bisa bermusik. Sebelum ini semua sudah pernah bertualang dengan band masing-masing, Malu2x awalnya juga terbentuk karena iseng dan jenuh dengan pekerjaan kami kala itu”. Ujar Anggara Arif.

Bagaimanapun, Navicula bersikeras hadir dalam Liberate Day Vol. 2 yang awalnya dirangcang di awal bulan Desember. Roby selaku frontman band ini mengungkapkan, “Karena bentrokan dengan tur terakhir di Australia kemarin, dan juga Navicula sangat dekat dengan Soloensis. Sebagai band yang sama-sama besar dari komunitas, kami merasa sangat terdorong untuk mendukung acara ini. Dan lagi dalam komunitas kan elemennya banyak, bukan hanya performer. Ada media, ada visual, fotografer dan banyak lagi. Semua itu harus naik bersama, menjadi komunitas grass-roots yang tumbuh kuat bersama”.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close