Liberasi Vol. 2

19 Oktober lalu Warung Srawung beserta Srawung Media menggelar event Liberasi kembali yaitu Liberasi Vol. 2. Liberasi kali ini bertajuk Pertemuan Dialogis “Seni Mengapresiasi Manusia” yang menghadirkan, *Budi Dalton* – budayawan *Kristanto Budiprabowo* – Pengamat Literatur *Gus Dakar*- Musisi *Benoe*- Musisi/ Tadi Pagi *Gilang Jaduk*- videografer Rumah Kancil *Redy Eko Prasetyo*- Musisi, Founder Kampung Cempluk. Acara dimulai jam 19.00 namun ternyata peserta sudah memenuhi venue sejak 18.30, bukti antusiasme dan bahwa Malang selalu terbuka ruang untuk dialog dan membicarakan wacana intelektual dalam koridor literasi dan musik sesuai kepanjangan Liberasi, Lingkar Belajar Musik dan Literasi yang mempertemukan musisi, budayawan dan penulis dalam satu forum. Seni Mengapresiasi Manusia ini dipilih atas ide Santoso Febri aka Santoso Old.

Peserta mendaftar dengan membuat esai dengan tema Seni Mengapresiasi Manusia dan dikirim di srawungmedia@gmail.com atau menyetorkan hardfile saat event. Diskusi berjalan dinamis dengan diselingi performance art dari Teater Komunitas lalu penampilan Sasando, Sape dan Gambus dari musisi partisipan Dawai Nusantara yang diadakan di Gedung Kesenian Gajayana esoknya Jumat, 20 Oktober 2017. Dialog – dialog di Liberasi tak hanya membahas seputar definisi Seni Mengapresiasi Manusia tapi juga membahas video yang dibawa oleh Gilang Jaduk maupun performance musik dari pihak Dawai Nusantara sebagai Seni yang Mengapresiasi Manusia. Pak Tato dan Kang Budi Dalton juga dengan sabar menjawab pertanyaan – pertanyaan dari penanya yang dari mulai menyikapi kegalauan saat karya kurang diapresiasi dan dari sharing pengalaman seorang penanya yang bergabung dengan komunitas penggiat budaya tradisional jawa seperti Macapat an.

Mas Benu dari Pagi Tadi juga sharing tentang visinya bagaimana Seni Mengapresiasi Manusia menurutnya yang berkisar tentang penciptaan karya musik dan lirik yang sebagian besar bercerita tentang alam dan manusia.

Liberasi vol.2 ini juga sebagai gong diresmikannya Liberasi sebagai agenda bulanan Srawung Media. Peresmian ini diselebrasikan dengan makan bersama secara sederhana dan diresmikan oleh para pemateri yaitu Romo Tatok (Kristanto Budiprabowo) dan teman – teman penggagas yaitu W.Sanavero, Al Muiz, Zidny Chaniago, dan Abeng T. Lingkar Belajar Musik dan Literasi ini idenya adalah sebagai forum temu berbagai perspektif bentuk musik dan literatur.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close