Kras Lempar EP Kedua Berjudul “Heavy Metal Punk Machine”

“Heavy Metal Punk Machine” adalah album EP kedua grup thrash metal pendatang baru asal Jakarta Selatan. Sebelumnya pada tahun 2015 Kras sudah merilis album EP pertamanya yang berjudul “Patriam Fur” dalam format kaset dan 6 bulan kemudian berhasil sold out. Laris manisnya penjualan EP pertama Kras yang dijual dengan metode hand to hand ala kultur klasik underground itulah yang menimbulkan rasa percaya diri pada Kras untuk merilis album fisik selanjutnya . Tidak ingin gegabah dalam  merilis album penuh, grup yang diperkuat oleh Eben Andreas (gitar), Bobby Rizkiawan (bass/vokal), Audi Cabrio (gitar/vokal)  dan Erlangga “EQ” (drum) ini lantas kembali merilis EP dalam bentuk CD tepat pada 6 Mei 2017 yang berjudul “Heavy Metal Punk Machine” dibarengi oleh re-issue EP pertama mereka, “Patriam Fur”, dalam format CD.

Pada dua penggarapan EP tersebut sebetulnya posisi drum masih diperkuat oleh drummer lama mereka yang bernama Dimas Fajar namun ketika penggarapan mixing dan mastering, Dimas pamit undur diri. Mundurnya Dimas lantas dengan gerak cepat disikapi oleh Kras untuk segera menawarkan posisi drum kepada Erlangga “EQ” yang saat itu masih berstatus sebagai drummer Divine. Singkat kata Kras pun mendapatkan chemistry lebih dan langsung cocok dengannya.

EP ini memuat 4 lagu karya Kras dengan berbagai influence musik yang bertujuan melahirkan warna thrash metal baru ala single pertama mereka adalah “Asylum” yang bercerita tentang keyakinan mereka akan energi musik yang benar dapat setara dengan agama. “In Kras We Trust” adalah single kedua Kras yang dapat disaksikan video klipnya di YouTube, lagu ini bertema nikmatnya bersenang-senang dalam underground gigs, karena semua personil Kras berangkat dari seorang audiens yang gemar datang ke gigs metal, punk, rock dan hardcore sebelum mereka serius ngeband. Kemudian ada lagu “Poison” yang menyiratkan isi hati mereka akan stigma tidak benar masyarakat terhadap teman-teman Kras yang hidup dalam ruang lingkup sub-kultur musik underground, tattoo artist & body piercing. Dan pada lagu berjudul “Digital Sirkus Neraka” adalah bagaimana Kras menceritakan seni propaganda media besar elektronik melumat alam pikiran masyarakat Indonesia.

“Heavy Metal Punk Machine” diharapkan perlahan dapat membuat kultur  thrash metal ala Kras diterima oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan mampu membaur dalam kehidupan warga negara kita, tidak hanya dalam musik, contohnya seperti salah satu panutan mereka yaitu Marjinal.

Official Video:

“Asylum” 

“In Kras We Trust” 

“Check Sound” 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close