Now reading
Klab Tempur Round 1: Hadirnya Sang Penantang Baru.

Klab Tempur Round 1: Hadirnya Sang Penantang Baru.

Saya bukan penggemar tinju, tapi terbilang akrab dengan visual pertandingan tinju sejak kecil, karena kakek saya sendiri rutin mengikuti tayangan pertandingan tinju di TV. Sesekali saat kakek terlelap ketiduran saat menonton, saya mengambil alih remote TV dan menggantinya dengan channel yang menayangkan kartun atau acara musik. Sampai sekarang,  saya belum menemukan kesenangan menonton pertandingan tinju. Tapi tidak untuk “pertandingan tinju” yang berikut ini.

12 Maret 2017.  Malang Kota Dingin benar-benar sedang dingin dan sedang diguyur hujan deras saat malam menjelang. Bertempat di Levels brewhouse di bilangan Blimbing, Klab Tempur sedang bersiap menghangatkan suasana dengan intimate gigs pertama mereka yang bertajuk Round I. 6 band asal Malang dan luar Malang didaulat untuk menjadi petarung pertama di gigs yang diprakarsai oleh dua mahasiswa tingkat pertama sebuah kampus di Malang, yaitu Bayu dan Yoga. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 malam dan walaupun hujan, ternyata hal tersebut tidak menghalangi para penikmat musik Malang yang terus berdatangan untuk menyaksikan band-band kesukaan mereka. Yang jelas penonton pada malam itu terhitung ramai.

Mengambil tema sebuah pertandingan tinju, MC malam itu didandani bak seorang pembawa acara tinju. Mengenakan kemeja putih, dasi kupu-kupu dan celana panjang hitam dengan rambut klimis, Ia lantang memperkenalkan Klab Tempur dan memanggil band yang akan tampil layaknya mempersilakan seorang petarung tinju untuk memasuki ring tinju. Dizzyhead menjadi penampil pertama malam itu. Band surf-punk kami telah merilis 2 single yaitu “You” dan “Shiver” beberapa bulan lalu. Kami membuka gigs Klab Tempur dengan nomor sendu “Just Friend” yang akan ada di album kami “Good Ol’ Days”. Membawakan 6 buah lagu, saya dan teman-teman Dizzyhead berharap telah membuka line-up band pengisi malam itu dengan baik.

Tanpa panjang lebar, band selanjutnya Grrrl Gang  menaiki panggung dan bersiap menghibur para penonton. Sang vokalis, Angee, memecah suasana dengan mengajak para penonton untuk maju dan jangan malu-malu untuk menyaksikan mereka  lebih dekat lagi. Double single “Bathroom” dan “Thrills” yang baru saja mereka rilis dibawah bendera Kolibri Rekords turut mereka bawakan dan kontan menambah euphoria penonton malam itu. Teman-teman dari band lainnya pun termasuk saya, turut “turun” ke area tonton dan menikmati sajian dari band asal Yogyakarta tersebut.

Selepas Grrrl Gang, Coldiac langsung mengambil alih panggung. Sambadha cs membuka penampilan mereka dengan intro nya yang khas. Dilanjutkan dengan nomor-nomor dari album “Heartbreaker” seperti “That Was You” dan “Upside Down” serta unreleased track “Wreck This Journal”, Coldiac positif memukau penonton. Penampilan mereka pun berhasil mencuri perhatian band-band luar Malang yang mungkin baru mengenal Coldiac pada malam itu.

Setelah itu, giliran Soft Blood, band slacker-pop asal Bandung unjuk gigi. Mereka membawakan “Labyrinth”, “The Shangri La’s Journey”, “Hold Me” dan “Summer”. Mirza, sang vokalis juga berbagi pengalaman perjalanan mereka ke Malang dan mengatakan bahwa crowd Malang sangatlah berkesan. Benar saja, saat itu crowd penonton memang semakin panas, mereka tak sungkan ber moshing ria, bahkan Mirza pun melompat dan memasrahkan raganya diusung penonton dan bernyanyi pula di tengah-tengah mereka saat membawakan lagu cover “Am I Robot” milik Goodnight Electric. Soft Blood dan para penonton malam itu benar-benar bersenang-senang! Termasuk saya yang langsung ngeh dan berteriak saat mereka memainkan intro dari lagu yang jaya sejak awal 2000an itu.

Lagi-lagi band dengan vokalis seorang wanita bersiap menjajah panggung Klab Tempur: Round I. MUCH merupakan salah satu band yang diantisipasi khalayak malam itu. Crowd memadat, sudah panas semakin panas. Dandy Gilang (vokal, gitar) membuka penampilan mereka dengan Intro irama OST “Rocky”, hasil celetukan spontan para penonton barisan depan yang teringat film tentang tinju tersebut. Nomor-nomor dari EP “Closest Things I Can Relate To” yang tampaknya telah fasih dirapal oleh para penontonnya seperti “Carried Away”, “Seasons Changed, Everybody’s Leaving” dan “Available” mereka bawakan dengan penuh energi. Vokalis manis, Aulia Anggia yang biasanya tak menunjukkan banyak gerak tubuh saat bernyanyi, malam itu terlihat asyik berdansa seirama dan bernyanyi bersama crowd. Ada kalanya Anggi, sapaan vokalis manis tersebut, melepaskan mic dari stand nya dan menyerahkannya pada barisan depan crowd. Saat list telah penuh ditunaikan, crowd meneriakan “Lagi! Lagi!” berkali-kali dan akhirnya mereka menambahkan satu lagu lagi yaitu “Marry Me, Archie” dari Alvvays. Moshing, Crowd Surfing, you named it. Beberapa kali saya terjatuh, bahkan tersungkur ke arah panggung dan tak sengaja menekan efek dari gitaris MUCH, Dandy. Saya babak belur! In a good way of course. Much menutup penampilan mereka dengan luar biasa dan crowd terlihat sangat puas.

Seahoarse tak berlama-lama menunggu dan langsung menyambung penampilan MUCH dengan crowd yang masih haus akan keriaan malam itu. Jauh-jauh dari Yogyakarta, Seahoarse telah mempersiapkani lagu-lagu amunisinya seperti “Dawn”, “Cricket Choir”, “Semicolon” dan beberapa lagu cover seperti “Face It” (Beach Fossils) & “When You Sleep” (My Bloody Valentine). Crowd tampak tak ada lelahnya! Dan walaupun diwarnai insiden jatuhnya additional bassist MUCH, Endar, saat hendak moshing, hal tersebut tidak melunturkan semangat penonton lainnya untuk menikmati penampilan Seahoarse hingga akhir, malah kejadian tersebut membuat teman-teman lebih berhati-hati dan turut menjaga teman penonton yang lain. Tepuk tangan mengiringi Seahoarse turun panggung. Terselip pula sedikit rasa sedih karena itu pula penanda Klab Tempur: Round 1 telah berakhir. Acara tidak serta merta berakhir karena setelah itu penonton, penampil, panitia dan semua orang yang berada disitu berbaur dan tak habisnya membahas keseruan malam itu.

Hingga artikel ini ditulis pun saya, sebagai pengisi acara sekaligus penonton yang hadir pada malam yang luar biasa tersebut, masih belum bisa lupa! Rasanya ingin sekali terus merasakan keriaan seperti itu secara rutin, di kota sendiri atau syukur-syukur bisa bertamu ke kota lain. Klab Tempur telah menunaikan misinya dengan sangat baik. Semuanya, benar-benar semuanya dapat bersenang-senang. Teman-teman perempuan pun bisa ikut moshing dan berdansa bersama dengan aman, we really thank the crowd for that. Bukan hanya saya pastinya, tapi banyak pula yang berharap dan mendoakan acara seperti ini dapat berlangsung dengan berkesinambungan dan konsisten di tanah Malang. Ding.. ding.. ding! Klab Tempur Round 1 is finally over and we’re already craving for another round! (HM)

*mohon maaf apabila ada kesalahan atas penulisan nama, judul, dan keterangan lainnya.

admin

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>