Ketika Hujan, Lagu-lagu Jauh dan Perasaan yang Asing

Oleh: Zidni R. Chaniago

Ada baiknya mari kita memberi ucapan selamat datang dengan musim hujan. Dimanapun hujan, selalu dikaitkan dengan toilet.  Apakah semua sudah be’ol (Sisir Tanah, Konservasi Konflik, WOH, 2017)? Hujan juga sering dimengerti sebagai perwujudan dari sedih dan sendu mendayu, padahal ada jingkrak-jingkrak petani yang jauh sekali dari kesedihan. Ada koloni laron yang gembira bukan main karena dimulai dari ritual hujan tanah menjadi basah dan merupakan perfect timing untuk mereka beranak-pinak. Sungguh sebuah kemenangan.

Menengok situasi yang memiliki dua sisi bila dilatih biasanya akan membuat manusia lebih bijak. Tentu saja, kita bebas hendak berpihak pada sisi yang mana. Namun kemampuan analisa merupakan bekal manusia menghadapi virus-virus omong kosong dunia ini. Terlebih jika analisa tersebut didasari landasan yang kuat; berupa sejarah, teori, nasihat leluhur, atau mungkin pengalaman empiris pribadi. Srawung Media menawarkan rangkuman dua wajah musim hujan; Kesedihan dan Kesenangan, yang bisa kamu nikmati lewat lagu. Check it out!

  1. Rainy Days and Monday – Carpenters

Kalau hujan datang dan suasana seketika sedih, bersedihlah dengan classy. Meskipun hanging around and nothing to do but frown, tetap hargai teman-teman yang selalu ada. Pasti ada kalanya seseorang berada dalam situasi terburuk, berharap bisa menembus gang buntu yang mana tidaklah mungkin. Ketidakmungkinan itu hadapilah nanti saja. Atas nama kesedihan; bersedihlah!

  1. Pending Dulu – Iksan Skuter

Teruntuk calon suami atau yang telah menjadi suami, jangan lupakan mimpi-mimpi revolusi. Bahwa sesungguhnya revolusi tidak harus datang dari aliansi atau organisasi kepemudaan. Bagi mereka yang tidak lagi muda (setidaknya telah berpangkat bapak) bisa memulai gerakannya dari lapisan akar-rumput paling dasar yaitu keluarga. Merdeka!

  1. A Hard Rains A-Gonna Fall – Bob Dylan

Cobalah mengerti bahwa kehidupan ini tidak melulu mimpi indah tentang pelangi setelah hujan atau permen warna-warni yang rasanya manis. Hujan deras bisa saja memporak porandakan bangunan masa depan, yang cerahnya ia singkirkan dengan semena-mena. Untuk itu Dylan (bukan anak motor kekasihnya Milea) memberikan wanti-wanti kepada kaum muda, tentang hujan deras yang ia lihat selama ini. Dengan irama blues yang menyentak (versi The Bootleg Series, Vol. 5 – Bob Dylan Live 1975) Dylan banyak membeberkan fenomena kehidupan yang saling bertolak belakang.

  1. Forget You – CeeLo Green

Nada yang menyenangkan dan lirik yang mudah dinyanyikan adalah kunci dari menikmati hujan. CeeLo dengan baik menyajikan itu pada lagu Forget You yang kata ‘forget’nya merupakan plesetan dari the other F word untuk menjaga konten eksplisit. Meski begitu, keceriaan ini diperuntukkan para lelaki yang bekerja keras sampai-sampai rela beg and steal and lie and cheat just to keep her because fall in love isn’t cheap. Mari, tinggalkan perempuan itu. Jadilah kaya untuk diri sendiri. Buatlah album musik dan dapatkan perempuan lain yang tidak bisa dibeli currency.

  1. Just My Imagination – The Cranberries

Hit the town in Friday night, stay in bed until Sunday mungkin jadi deskripsi aktifitas paling cocok di saat hujan turun. Alangkah indahnya hidup yang bukan untuk realitas, alangkah sedihnya yang demikian hanya imajinasi belaka.

  1. Bimbang – Melly Goeslaw

Suaranya yang nostalgic membuat lagu-lagu Melly memiliki posisi tersendiri terutama bagi pendengar tahun 90an. Hujan yang datangnya tidak bisa diterka rupanya bisa juga membuat bimbang, bahkan pada perasaan yang sangat umum dan biasa: kerinduan. Meski dalam lagu ini Melly mengaku tersiksa akibat rindu toh tetap ia buat lagu yang indah tentangnya. Semoga akhirnya Melly bisa memilih jalan yang baik di persimpangan yang ia hadapi.

  1. Love Love Love – Of Monsters and Man

Mengadaptasi perkataan Pramoedya, “cinta biasa saja, yang hebat tafsiran-tafsirannya”. Begitulah kiranya band asal Islandia ini menafsirkan cinta yang tidak dapat ia balas. Mendengarkan lagu ini di kala hujan, sambal menerka-nerka yang manakah yang merupakan posisimu. Apakah kamu adalah dia yang tidak dibalas cintanya, ataukah kamu yang kebingungan harus mengatakan bahwa kamu tidak merasakan hal yang sama. Demi hujan, dari sekian banyak drama kehidupan, mengapa harus yang ini…

  1. Hujan Datang Lagi – Pagi Tadi

Jika kamu gemar naik gunung dan menikmati keindahan alam, lagu ini akan menjadi teman perjalanan yang sangat baik. Bergegaslah menyapa hujan bersama rerumputan, memadamkan gelisah. Nikmatilah.

  1. And Rain Will Fall – Mocca

Banyak orang membuat keputusan yang tidak tepat ketika luka hatinya belum benar-benar sembuh. Alih-alih demikian, Mocca memilih untuk berdiri tegak diguyur hujan agar luntur semua kesakitan itu tanpa sisa. Juga seluruh pertanyaan-pertanyaan tentang hidup ini. Tertarik mencoba cara serupa?

  1. Hujan Turun – Sheila On 7

Orang-orang patah hati selayaknya lebih peka daripada mereka yang sedang jatuh cinta. Yang patah hati mengerti apa yang mereka mau, dan optimisme merupakan senjata pamungkas yang akan membalik situasi hari ini. Pada akhirnya, bangkit atau tetap terpuruk dalam kesedihan—yang mana terbangun dari susunan cuaca musim hujan—adalah pilihan masing-masing individu.

Jadi, tunggu apa lagi? Kamu bisa mulai mendengarkan playlist diatas melalui channel resmi Srawung Media di aplikasi Spotify. Jangan segan untuk follow J

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close