Hompimpa, Unit Grunge Baru Malang

Merilis single Ad Hominem, dan The Five, Hompimpa Soroti Degradasi Bangsa

Setelah merilis single pertama bertajuk “Ad Hominem” beberapa waktu lalu,Hompimpa, unit grunge asal Malang akhirnya melakukan 2 buah showcase bertajuk “Hompimpa, Mari Kita Bermain”. Showcase ini juga merupakan sebuah batu pijakan sebelum rilis single kedua + video klip mereka yang bertajuk “The Five”.
Video klip ini diproduseri oleh Hompimpa dan WAV Motion. Sigit “WAV Motion” bertindak sebagai sutradara sekaligus DOP di dalamnya.Lagu “The Five” sendiri menceritakan tentang kegelisahan akan hilangnya makna Pancasila. Menurut Hompimpa, kita sekarang setuju dan mengamini keberadaan ideologi bangsa kita ini, tetapi di saat yang sama, “kehilangan” esensinya sebagai sebuah tatanan nilai berpikir yang fundamental dalam berbangsa dan bernegara.

Single dalam balutan musik grunge ini diciptakan oleh sang gitaris, Sockran Candra dan dan direkam di Vamos Studio dengan bantuan Yasa Wijaya sebagai sound engineer. Yasa juga bertanggung jawab atas hasil mixing dan mastering lagu ini.

Dalam Showcase “Hompimpa, Mari Kita Bermain”, turut hadir pula kawan – kawan dari Buzz (@sirlord.buzz) dan Babirusa (@babirusa_official) untuk memeriahkan showcase ini. Buzz bermain pada tanggal 3 Oktober 2018, disusul oleh Babirusa pada edisi tanggal 6 Oktober 2018.

Showcasenya sendiri berjalan sederhana namun hangat, dengan ruang indoor yang akhirnya dipanaskan oleh Buzz dan Hompimpa di Legipait 2. Untuk showcase di Kedai Pustaka, Hompimpa menggelarnya di outdoor di mini stage yang disediakan Kedai Pustaka dan UM untuk menggelar pertunjukan. Penonton dari ukm musik setempat dan kawan – kawan dari Opus juga berdatangan untuk melihat Hompimpa dan tentu debut Babirusa dengan formasi baru.

Babirusa membukanya dengan sajian berbeda, yaitu Limbang yang bernyanyi secara metal, dan berbeda dari
apa yang ia lakukan di Lolyta and The Disgusting Trouble. Membawakan lagu – lagu dari Hymne Puja Belantara dan beberapa lagu baru yang akan masuk ke EP yang segera rilis. Kemudian tiba giliran Hompimpa yang menceritakan tiap lagu dengan gamblang dan dijelaskan apik oleh Sockran Candra. Hompimpa juga membagikan stiker dan flyer berisi informasi gig, layaknya sebuah katalog pameran. Hompimpa menyajikan musik yang easy listening untuk ukuran grunge, terasa pengaruh Pearl Jam, grunge yang kental akan folk rock membalut musik dari Hompimpa tentu saja dengan pembawaan mereka secara Indonesia dan tematik Indonesia. Ditemani pula oleh dua orang backing vokal.

Video Klip Baru, “The Five”

Lagu “The Five” sendiri menceritakan tentang kegelisahan akan hilangnya makna Pancasila. “Kita setuju dan mengamini keberadaan ideologi bangsa kita ini, tetapi di saat yang sama, “kehilangan” esensinya sebagai sebuah tatanan nilai berpikir yang fundamental dalam berbangsa dan bernegara”, ungkap Bimo, gitaris Hompimpa. Ia melanjutkan bahwa hari ini kita seakan hafal di luar kepala bunyi sila pertama hingga kelima, tetapi dalam implementasinya, baik dalam berpikir maupun output tindakan, kita justru seringkali menjauh darinya.

“Mungkin topik ini terdengar serius. Tetapi pada kenyataannya inilah terjadi dekat di sekitar kita. Perpecahan, sektarianisme, isu-isu SARA, korupsi yang yang semakin ditopang oleh anonimitas di media sosial. Hal-hal seperti itu kadang membuat kami bertanya-tanya, masihkah kita memegang kelima sila itu sebagai dasar dalam bertindak baik sebagai warga negara dan sebagai manusia?,” kata Iwan Ruby selaku vokalis Hompimpa.

Kegelisahan mengenai ini dituangkan dalam bentuk audiovisual berupa sebuah video klip. Hompimpa menghadirkan berbagai ironi dari kelima sila yang direlevansikan dengan keadaan bangsa Indonesia hari-hari ini. “Sebenarnya lebih ke arah menghadirkan ironi yang terjadi di sekitar kita ya. Lalu kita bahas implementasi dan kenyataan-kenyataan di sekitar yang direlevansikan dengan sila per sila sebelum dijadikan di dalam sebuah karya audiovisual,” kata Sigit selaku sutradara.
Proses syuting video klip ini sendiri hanya memakan waktu satu hari. Lokasi Pasar Besi dan Pasar Besar Malang dipilih karena dirasa cukup representatif untuk pengambilannya.

Link Soundcloud “The Five” ada di tautan berikut:

Video klip “The Five” ada di tautan berikut:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close