HEAD HEAD Pesta Launching Video Lirik

Video Lirik terbaru "Vivid Reality"

Akhirnya Head Head, salah satu band indie rock/new wave Malang ini telah resmi melaju dengan peluncuran Video Lyric mereka yang berjudul Vivid Reality. Bertempat Di Kalcer di sekitaran jalan Terusan Sulfat, acara ini sudah sejak petang diramaikan oleh motor yang berjajar parkir di depan meja – meja teras Kalcer. Tempat yang terdiri dari dua lantai ini adalah kafe berkonsep kearifan lokal dengan sajian minuman berupa rempah – rempah yang sering menjadi bahan baku jamu, seperti jahe, sereh dan kunir, tak lupa kopi dengan berbagai pilihan biji dan teh dengan berbagai varian.

Acara ini dibagi dua yaitu eksibisi oleh Vlavac Art Division dan gig musik. Eksibisi dibagi dua seksi yaitu yang dipamerkan di lantai satu, tepatnya bawah anak tangga spiral, dengan menggantungnya dan menempelkannya di tembok dan yang ditempelkan di dinding triplek/sketsel di lantai dua. Pameran ini saat dibuka awal terasa aman – aman saja saat band – band belum tampil, dengan ruang seluas 10×10 m, pengunjung saat mencapai lantai dua bisa langsung tersuguhkan jajaran illustrasi yang ditempelkan di sketsel dengan jelas. Tapi agaknya hal itu menjadi out of focus ketika penonton mulai berdatangan dan memenuhi lantai dua saat band – band pengisi acara tampil. Tak hanya itu, ada kesan “ndrawasi” ketika tubuh – tubuh penonton mulai mendesak area eksibisi, potensi untuk ilustrasi – ilustrasi itu untuk sobek maupun jatuh menjadi nyata. Mungkin solusinya pihak penyelenggara bisa membagi dua acara itu menjadi dua lantai, lantai satu full untuk pameran dan lantai dua full untuk gig, atau mungkin jika tetap di lantai dua, pameran bisa diadakan sore sampai petang, kemudian karya – karya seni tersebut diturunkan untuk disimpan kemudian baru menggelar acara “band-bandan”.

Kalcer lantai dua dengan pembagian 50:50 area untuk band dan penonton menjadikan tempat ini cocok untuk gigs intim. Dengan area performance di sebuah ruangan yang didekor layaknya livingroom dan masih cukup untuk tempat mixer dan projektor visual, membuat band bisa leluasa melakukan aksi panggung. Sedangkan, penonton yang memang harus sadar bahwa ini gigs yang intim dengan tempat yang muat untuk kurang-lebih 50 orang tidak perlu kemewahan ekstra untuk menonton band yang tampil, dan mungkin bisa jadi ajang bodysurf yang asyik. Sedikit mengingatkan saya pada aura gigs di House Of Abel beberapa tahun lalu.

Gigs ini sendiri dimulai dengan performance Guns, sebuah unit “grunge” baru, yang dulu sering meramaikan gigs di salah satu kampus di Malang, lalu setelah single “Jenny Talia” keluar, mereka mulai banyak demand di skena musik di Malang. Permainan mereka mulai banyak progresi chord baru daripada kemunculan awal mereka, lebih bagus lagi jika menambah referensi untuk memperkaya sound mereka. Kedua Adalah Coldiac yang tampil membawakan 4 lagu seperti biasa dan penampilan duet bersama Sal Priadi di lagu Wreck This Journal, kemudian disambung Young Savages, tampil prima dengan Clowns, Sahara, Highway High dan Heal It. Kemudian ada Unda Undi dengan formasi terbaru mereka termasuk Rizki Boncell dan dua backing vocal baru, membawakan lagu – lagu seperti Maybe No, Maybe Yes, lalu Pulsa dan cover Beatles, I Want To Hold Your Hand. Sampai disini suasana cukup mantab, dengan sorak sorai penonton yang antusias, dan mas mas fotografer yang mendominasi lini depan. Sebelum masuk penampilan Head Head , mereka pun mempresentasikan video lyric mereka.

Video lirik terbaru ini adalah visualisasi Vivid Reality, single mereka yang telah beredar luas di Spotify. Head Head overall adalah band yang catchy terutama pada departemen bass. Mengambil influence The Strokes, new wave 80an seperti Billy Idol yang sering mereka cover dan The Smiths, Head Head menjadi salah satu pendatang baru yang promising. Namun menjadi pendatang baru juga berarti kadang harus masih banyak pembenahan disana sini, dan Head Head juga tidak luput dari spot – spot yang perlu dibenahi. Hal ini bisa dilihat dari video lirik mereka, video yang menggambarkan seorang desainer, yang kelelahan lalu pingsan dan berhalusinasi ini nampak keren, dengan segala visualisasi halusinasinya yang diperankan teman – teman dari Head Head dan para personil, yang menceritakan berbagai adegan seperti membaca buku dan dua orang bermesraan. Gambaran seperti ini dan kualitas resolusi yang bagus membuatnya nampak seperti sebuah video klip yang baik. Iya…Video Klip! Karena ketika sebuah band memutuskan untuk merilis video lirik, maka ada konsekuensi yang harus diantisipasi, apalagi band yang menggunakan bahasa Inggris, yaitu akan tampak jelasnya grammatical error ketika dibaca oleh penonton, dan sangat disayangkan Head Head tidak luput dari hal tersebut. Head – Head adalah band yang promising dan bisa dibilang salah satu regenerasi potensial dari skena indie-pop di Malang, namun alangkah baiknya hal – hal trivial/kecil tapi berpotensi fatal ini sedikit diberi perhatian.

Lepas dari presentasi video lirik terbaru, Head Head pun tampil, membawakan lagu – lagu seperti Vivid Reality dan Mytomania, catchy rhythm dan lead melody yang easy mampu membuat penonton instantly larut dalam irama mereka. Tak lupa di akhir sesi mereka pun mengkover Kultusan bersama Sal Priadi dan koor panjang para penonton yang mengiringi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close