Gardika Gigih live at Malang

Gardika Gigih adalah seorang pianis yang berasal dari Yogyakarta sekaligus Dosen Musik di ISI Yogyakarta dan Universitas Batam ini akhirnya menggelar konser di Malang. 22 Desember 2017 lalu seakan menjadi kado akhir tahun bagi penikmat musik Malang untuk menikmati komposisi – komposisi Indah dari Gardika Gigih dan beberapa dari hasil kolaborasinya dengan Banda Neira yang akhirnya membuat namanya mencuat. Tour ini juga dibarengi dengan promo bukunya yaitu “Mendengar Di Bali” sebuah diari pengalamannya saat berlibur di Bali dan menangkap soundscape yang ada.

Pertunjukkan ini dimulai jam 19:30, dengan pembuka Stringdom Quartet dan Pagi Tadi. Penonton rela berdesakan dan akhirnya “lesehan” untuk mendapat spot paling dekat untuk menikmati musik. Karena ini gig memang gig musik neo klasik maka tempatnya pun bebas, tidak seketat gedung pertunjukan. Asap rokok bebas memenuhi Houtenhand Garten dan karena ventilasi yang baik, tidak sampai terasa mencekik.

Setelah Performance dari Pagi Tadi, Gardika Gigih pun mulai membawakan repertoir – repertoir instrumental improvisasi yang menghanyutkan. Kemudian membawa temannya seorang gitaris dari Yogyakarta untuk mengiringinya.

Suasana kemudian khusyuk ketika Steffani BPM dan Oneding didapuk untuk membawakan “Sampai Jadi Debu” . Dalam satu wawancara nya, Gardika mengaku bahwa setiap kota karena dalam keadaan tour, “hanya mempunyai waktu rehearsal sehari sebelum acara” jadi banyak improvisasi terjadi.

Gig pun ditutup dengan kolaborasi dengan seluruh pengisi acara seperti Lourdy Nico, Cindy, Steffani, Oneding, Bambang Iswanto, Aji Prasetyo dan Kuro Angga. Memberikan sebuah pengalaman ecstatic dan kudus walaupun diadakan dalam space sederhana.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close