Folk Music Festival 2018 Day 3

Today and Beyond

Hari Ketiga dari gelaran Folk Music Festival masih ditemani dengan dinginnya Kota Batu. Namun bebarengan dengan pertandingan Arema dan Persija, jalanan ke arah Malang menjadi lebih padat dari biasanya. Saya pun harus melewatkan Paper Puppet Making dari Papermoon, dan Cara-cara tidak kreatif untuk menulis puisi bersama Theoresia Rumthe & Weslly Johannes, Holaspica, Diroad, Wake up, Iris! yang kabarnya mengalami kendala teknis namun malah berubah menjadi pengalaman unplugged yang intim dan memorable dan Bin Idris.

Hari itu Gerald Situmorang menjadi satu – satunya penampil yang berbasis instrumental, setelah hari sebelumnya ada Gardika Gigih. Jason Ranti yang sudah dua kali tampil di Malang, mendapat sambutan audience choir yang deras dari awal sampai akhir sesinya.

Penampilan sentimental datang dari REDA, one half dari ARI REDA yang ditinggal oleh Ari Malibu menyeberang ke alam keabadian. Ditemani oleh satu pianis dan satu backing vocal, penampilan Reda masih memberikan rasa merinding yang dalam. Lagu – lagu pendek seperti musikalisasi puisi “Jarak” dari Sapardi Djoko Damono ternyata berefek kuat. Kemudian tiba lagu Aku Ingin yang paling berat dibawakan tanpa kehadiran Ari Malibu, sesekali Reda menahan tangis nostalgia dalam membawakan lagu ini, diikuti para penonton dan crew jurnalis yang tidak kuasa menahan “mbrebes mili” yang berlanjut sampai momen pelukan haru antara Alek Kowalski sang jenderal Folk Music Festival dan Reda usai penampilan mereka.

Folk Music Festival 18 day 3

Kemudian dilanjutkan oleh Monita Tahalea yang kembali menaikkan suasana menjadi sedikit ceria dengan lagu – lagunya seperti Breathe dan hit single Hai. Saya kemudian turun ke dekat tenant area yang ternyata mengadakan rerun concert dari Diroad dan Holaspica. Pertama melihat Diroad saya pun terobati kerinduan saya akan folk music ala melayu gambus seperti Semak Belukar yang fenomenal dulu. Menginfuse gambus dengan style gitar batanghari sembilan Diroad seakan menjadi versi striped down dari Siti Nurhaliza dan Sahilin. Disambung dengan penampilan selanjutnya yaitu Holaspica aka Virdyas Eka Diputri, membawakan lagu – lagu seperti Eleonora dan Naik Ke Laut. Singer songwriter satu ini seakan mengingatkan saya pada masa – masa dulu mendengarkan Caithlin De Marrais dan Jen Wood dan parasnya mengingatkan saya pada Lisa Loeb. Funfact, Eleonora adalah interpretasi Holaspica dari karya gothic Edgar Allan Poe pada tahun 1842. ingle “Eleonora” sendiri menceritakan bagaimana seorang nelayan menghadapi dirinya sendiri ketika sudah berada di tengah laut dan berhadapan dengan apapun yang ditemukannya. Setelah Holaspica usai, kembali ke main stage dimana Pohon Tua, Fourtwnty, Mondo Gascaro, White Shoes & The Couples Company tampil. Semoga Folk Music Festival tahun depan kita akan mendapat suguhan segar dan regenerasi penampil – penampil baru musik Indonesia. Tabik!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close