Puisi Faris Naufal Ramadhan part I: Taman Bunga

TAMAN BUNGA

Sementara lahap semua
semprotan pestisida
agar merona
elok kau punya mahkota

hirup dalam-dalam
udara yang kelana
tegaplah tetap
menapak tanah
biar kering biar basah

kumbang yang hinggap
beri pinarak
kan kau musti berbuah

jangan mengeluh
terima saja
segala goda
olah marah kau punya
jadi aroma

inti jantungmu
betapa utuh
tiada satupun tahu

o, melati
meraunglah dalam temaram

Sidomulyo, 2017

Faris Naufal Ramadhan, pemuda kelahiran Serang, 5 Februari 1997. Mengenal dunia sastra sejak Sekolah Dasar. Semasa SMA, aktif menekuni jurnalistik lewat rubrik pelajar GENEREKONS di Majalah Kebudayaan Ruang Rekonstruksi (Banten). Ia juga sempat aktif dalam kegiatan sastra di Teras Budaya yang diasuh oleh Komunitas Rahim (Cilegon). Ia lebih sering melahirkan karya berupa puisi dan cerpen. Puisi dan cerpennya beberapa kali terbit di media cetak maupun elektronik. Ikut terlibat dalam beberapa antologi puisi dan cerpen nasional. Kini berdomisili di Malang dan aktif menjadi pegiat Komunitas Kalimetro, yang bergerak di bidang literasi, seni dan kebudayaan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close