AUDIOSICK RILIS “MALAM”

Persembahan Jazz Fusion Malang untuk "Malam"

Band Jazz Fusion asal Malang, Audiosick akhirnya merilis single pertama mereka berjudul Malam. Lagu ini sudah bisa dinikmati di beberapa kanal musik seperti Apple Music, Spotify, Joox, Dezzer, dan banyak lagi mulai tanggal 22 Juli 2018.

Proses rekaman single ini berlangsung di AA Music Studio. Sedangkan untuk penggarapan musik terutama aransemen lagu, semuanya dikerjakan sendiri dan memakan proses yang cukuplama mulai dari penulisan hingga aransemen. Hasil pertama yang kurang memuaskan akhirnya harus mengulang semua proses juga hasil mixing dan masteringhingga akhirnya cukup memuaskan.Sementara itu, Artwork single ini dikerjakan oleh Dimas Aditya Wicaksana jebolan dari Lettering Malang.

Lagu ini ditulis oleh Hanung (Paraduta) lalu di aransemen dengan warna Audiosick. Lagu ini bercerita tentang Malam yaitu pengibaratan dari seorang wanita yang menjalin hubungan dengan seorang pria namun ibarat malam yang gelap dan sepi, sang wanita ingin hubungannya bersama pria tersebut tetap menjadi rahasia mereka berdua, akan tetapi keduanya menyadari malam akan berganti pagi yang artinya setiap rahasia pasti akan terungkap.

Audiosick terbentuk tepat di malam pergantian tahun 2015 menuju 2016. Bermula dari ide sekelompok mahasiswa jurusan musik yang mengidamkan untuk memiliki sebuah band jazz atraktif. Nama Audiosick berawal dari Hanung (salah satu personil) yang menggilai lagu lagu dari band-band jazz nyeleneh semacam Snarky Puppy dan Dirty Loop. Hingga akhirnya kegilaannya itu berimbas pada aransemen di hampir semua lagu Audiosick sampai pendengar merasakan keanehannya juga. Ada yang bilang aneh, ruwet, dan ada juga yang bilang kalau aransemen lagu Audiosick itu gila, kayal, dan loroh. Dari situlah tercetus nama band yaitu Audio(Sick) yang artinya sakit karena musik .

Audiosick yang digawangi oleh Ervan Rizki (Vokal), Erick Ryan (Saxophone), Bayu (Violin), Hanung (Gitar), Wahyu Tri (Bass), Fransisco Anggara (Keyboard), dan Gege Pranata (Drum) tentunya berharap band ini mampu menjadi wadah penyalur minat berkreasi masing-masing personil pada musik jazz. Karena beberapa tahun ngeband di Malang, beberapa dari personil kami mengalami kejenuhan, dan ingin merubah pandangan “digawe biasa ae” ketika mendapat gigs.

Mengenai dimana penikmat musik bisa mendengarkan single ini, yaitu di semua digital stores music terkenal di seluruh Dunia seperti Spotify, Joox, iTunes, Apple Music, Deezer, Langit Musik, dan tersedia juga di Chanell Youtube Music Audiosick mulai tanggal 22 Juli 2018.Merchandise single juga akan segera bisa di pesan tentunya.

Gege sang drumer berharap single pertama ini bukan menjadi yang terakhir, tapi menjadi pelecut semangat bagi Audiosick dan band-band jazz di Kota Malang terutama untuk tidak berhenti berkarya. Gege juga berharap proses penggarapan album pertama lancar lalu bisa segera di nikmati di akhir tahun ini.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close