Afif Musthapa

Seorang Juru Hewan Millennials

*reportase oleh Zidni R Chaniago

Srawung Media– Pameran tunggal yang diselenggarakan di Galeri Raos Batu pada Rabu (21/11/17) kemarin, membuat seorang Afif Musthapa menjadi seniman yang behasil menterjemahkan kegelisahannya menjadi sebuah informasi, bahwa antara hewan dan manusia; manusia adalah penguasa rantai kehidupan (*red). “Ada Momen dimana saya sebagai mansuia yang sudah sejak dulu mendominasi (rantai kehidupan) bersimpati terhadap hewan. Mereka yang disiksa, dieksploitasi sampai populasinya berkurang bahkan punah. Saya ini dengan karya ini pesan bahwa kita nggah hidup sendirian dan saling menghargai sesama makhluk hidup ini tersampaikan,” jelasnya dalam wawancara.

Keberpihakannya pada hewan terlihat pada karya-karyanya yang banyak mengilustrasikan figur hewan seperti ikan, kadal, penyu, cicak, bahkan dinosaurus. Karya Afif menampilkan kesan atraktif dengan warna-warna kontras yang menarik. Meski begitu, ia mendeskripsikan karyanya sebagai aliran imaginative-naïve, “Kalau dari visual dan teknik lebih ke naïve, kalau dari segi konsep lebih ke imaginative. Jadi yahimaginative naïve. hehe Karyaku kan banyak mengambil obyek-obyek figurative, nggak jauh dari karakter kartunis. Jadi aku kayak mengkolaborasikan itu semua,” tegasnya.

Sebelumnya, Afif Musthapa sempat ditemui beberapa minggu  disebuah kafe Warung Srawung di jl. Parangtritis Malang. Dia mencoba mempresentasikan karyanya melalui media totebag dan kain-kain perca bahkan jeans. Dia menjelaskan,

“Hewan kan tidak bisa bicara seperti halnya manusia. Sedang kita (Hewan dan Manusia) hidup bersama. Bayangin, apakah mungkin kita tidak memiliki alat komunikasi (bahasa atau simbol)? Nah, menurut saya iniah fungsi seniman. Sebagai alat komunikasi, sebagai jembatan, atau apapun yang bisa menterjemahkan bahasa hewan hehe.”

 Hal ini juga ditegaskan oleh seniman senior asal Batu Koeboe Sarawan (56th), yang juga hadir pada pameran tunggalnya tersebut, “Semangat anak muda terhadap seni rupa sungguh luar biasa. Afif ini memiliki keberanian dan keseriusan. Dia memiliki obsesi dalam kerangka pikiran, ketika obsesi hilang sneiman akan ikut hilang. Secara virtual, Afif banyak menyerap inspirasi dan literatur, termasuk segala informasi media sosial. Tapi kemudian dia endapkan semua itu dalam pikiran dan hatinya, lalu diledakkan melalui dua dimensi. Jadi, bukan lagi main-main, dia menunjukkan keseriusan sebagai seniman generasi muda. Ada kegelisahan tentang alam semesta dalam dirinya, terlebih persoalan flora dan fauna. Pesan saya terhadap seniman muda adalah karena pintu masuk ke seni rupa hari ini dapat melalui segalam macam teknik, maka generasi milennials harus lebih bergairah dan peka terhadap stimulasi yang datangnya dari manapun.”

Pameran yang bertajuk Look Of Silent ini adalah pameran tunggal pertama Afif Musthapha, sehingga sebagai masterpeace-nya, dia banyak mendapat apresiasi dari banyak pengunjung yang hadir. Bahkan pada sesi opening, dia di sahkan sebagai seorang ‘Juru Bicara Hewan’.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close