Beeswax: Tak Tertebak

Beeswax, siapa yang tidak tahu mereka? Adalah Bagas (gitar-vokal), Iyok (gitar-vokal), Putra (bass), Yayan (drum) yang berusaha membangkitkan kembali masa kejayaan midwest-emo ala American Football, Mock Orange, dan Braid di Kota Malang yang semakin dingin akhir-akhir ini.

Berawal dari projek kamar Bagas yang pada akhirnya dirilis oleh Haum Entertainment dan pengalaman tur “AKU LAGI TOUR” yang mempertemukan Bagas dengan anggota-anggota yang ada saat ini, membuat Bagas meneruskan projek ini dalam bentuk full band. Setelah menelurkan EP bertajuk “First Step pada 2014 lalu, mereka pun merilis LP “Growing Up Late” dalam format cassette tape dalam naungan Barongsai Records.

Secara sound, tabrakan twinkle  dari gitar Bagas dan Iyok di hampir semua awalan track, seakan menarik pendengar ke dalam awalan hujan dimana tiap twinkle adalah tetes yang turun membasahi jalan. Ditambah ketukan drum Yayan dan pattern bass Putra yang selalu ganjil dan memberi kesan Math alias berhitung membuat Beeswax terdengar rumit, namun tetap menyegarkan sehingga tidak mungkin pendengar dapat menolak hasrat untuk angguk – angguk, dan sing along meneriakkan lirik-liriknya. Untuk departemen lirik, mereka tetap setia dalam ruangan kebimbangan, kesedihan, dan kesendirian yang kebanyakan diambil langsung dari pengalaman pribadi.

Jika kalian sedang dalam mood ingin menyelami keresahan dan kesendirian di kamar setelah seharian beraktivitas, namun di luar sedang hujan deras dan ada batagor lewat tapi ndak punya uang, silahkan play on repeat all of these tracks:

  1. Bleed
  2. Fix
  3. Take Me Home
  4. Start The Line, Break It All
  5. The Bridge of Emptiness

…karena jujur, ini sangat cocok untuk Anda bersedih 🙂

Instagram       : @beeswaxtheband

CP                   : +6281333481985

 

*Penulis adalah Lutfi Naufali dengan akun Instagram @kipulheran

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close